k o do k i jo

perfectly imperfect

10/06/2011 02:06:00 PM

your own psalm

Posted by chrysti siswotaruno |

biar Tuhan yang jaga, ketika aku tak terjaga.
biar Tuhan yang pegang, walau yang lain melepas.
biar Tuhan yang datang, ketika tak satupun kuundang.

Kamu lebih tau,
karna itu aku cinta Kamu.

i let you decide for what next may be happen.



10/03/2011 04:28:00 PM

takdir

Posted by chrysti siswotaruno |

calon pengangguran ini mendadak takut dengan takdir.
gimana kalau di jakarta susah cari kerja?
gimana kalau jadi pengangguran bikin dia frustasi?

sore hari

ratusan jemaat lagi sibuk baca alkitab.
si calon pengangguran nggak bawa alkitab.
dia malah sibuk ngeliatin salib asimetris punyanya gkj nehemia.

kemudian menengok ke belakang.
dan melihat dia.

gue tadi sempet negor cowok itu, jawabannya samar-samar.. persis orang lagi bingung.
ternyata kakaknya kritis di rumah sakit.

mampirlah dengar doaku Yesus penebus
orang lain Kau hampiri
jangan jalan trus
Yesus, Tuhan, dengar doaku
orang lain Kau hampiri, jangan jalan trus


malam hari. kakaknya meninggal.

10/01/2011 01:50:00 PM

RE: Resignation Letter

Posted by chrysti siswotaruno |

Dear Chrysti

It is with deep regret that I accept your notice of resignation

I appreciate your excellent contribution to the team and the organization for the past one year and am sorry to see you go

I understand your decision to move on thank you again for your commitment and dedication. I wish you every success in your future undertakings and hope that you will keep in touch.

Yours sincerely
Ricky Satwika



From: chrysti apriany [mailto:chrysti@urbanradiobandung.com]Sent: Friday, September 30, 2011 11:35 AMTo: 'Ricky Urban Bandung'Cc: 'mia urban bandung'Subject: Resignation Letter


Dear Mr. Ricky Satwika

Please accept this letter as my two-weeks notice of resignation
October 14th 2011 would be my last day of work

Thanks for all appreciation and opportunities you have given to me,
I have enjoyed my job, Urban Warriors’ teamwork and Bandung for sure.

It was blessful.

But, I got to get back to Jakarta.
There might be another better opportunities over there.

I wish you all the best going forward.

Sincerely
Chrysti Apriany

9/28/2011 05:36:00 PM

declined.

Posted by chrysti siswotaruno |

so no one told you life was gonna be this way
your job's a joke, you're broke, your love life's D O A
it's like you're always stuck in second gear
when it hasn't been your day, your week
your month or even your year...

kaga punya pacar bikin cewek itu putus asa.
padahal gue liat dia nampak cinta sama hidupnya.
dia berwarna, cerah dan periang.

cuma nggak punya duit yang bisa bikin dia mendadak hilang arah.
tapi dia nggak bakal mungkin hilang arah, dia punya pekerjaan.

dia cerita tentang malam kemarin.
bahwa hidupnya tandus.
dia nggak suka pekerjaannya, dia punya gebetan paling brengsek yang pernah ada.
gebetan yang malu ngakuin dia didepan orang lain.
gebetan yang punya delapan ratus empat puluh sembilan gadis yang sering dia telpon dan ajak jalan.

actually, cowok itu terlalu sampah buat dipanggil "gebetannya"
hanya saja gadis itu nampak menyukainya.

malam kemarin, katanya.
gue clubbing.
seru.
minum vodca banyak-banyak dan joget-joget dengerin dj muterin LMFAO.

dan dia ketemu cowok.

ngobrol panjang tentang (pastinya) hidup yang dia rasa nggak adil.
terbawa suasana, dan mereka pun ciuman.
lagi, untuk yang kedua kalinya.
lagi, untuk yang ketiga kalinya.
pisah, mereka pun tukeran pin bb.


pagi harinya dia tersenyum.
tersadar ada satu "friend request bbm" yang belom dia approve.
cowok semalam.

tapi hidupnya memang terlalu berwarna dan cerah dan tidak terduga.
dia suka cowok itu, pendengar yang baik, cakep, dan datang disaat yang tepat.
tapi...
sepertinya mereka nggak berjodoh.
tempat dugem bukanlah referensi yang baik untuk dia mencari jodoh.
dia masih punya agama.
or so i thought.

dia lihat bb nya lagi dengan senyuman.
i don't need any drama.
friend request declined!

9/27/2011 06:42:00 PM

you are blessed

Posted by chrysti siswotaruno |

menjelang travel yang berangkat ke bandung,
gue ngobrol sama pak maryadi.

"kapan rumahnya mas ares jadi?"
"besok katanya mau serah terima surat-suratnya" kata ayah
"wuuiihh, gaya.. " kata gue "ayah dulu pernah kepikiran nggak bisa nyekolahin anak sampe kuliah?"
dan mulailah dia bercerita...

"kuliah? sama sekali nggak pernah kepikiran.
boro-boro mikirin kuliah kalian,
ayah tuh dulu mikirnya cuma mampu nyekolahin kalian sampe SMA,
itu aja ayah sampe nggak jadi kuliah biar uangnya bisa ditabung buat kalian.
ayah tuh dulu mikir kalian sekolah SMA.. bisa jadi nganggur, bisa jadi kerja.. sukur-sukur kerja. jadi SPG atau jadi apa kek.
trus kalo lulusan SMA kan pergaulannya terbatas.. cuma ketemu orang yang itu-itu aja.. nanti nikahnya juga dari pergaulan yang sedikit itu.
trus nanti nikahnya gimana. tinggalnya dimana. apa ngontrak, apa numpang dirumah." ekspresinya pak maryadi santai sekali. seolah tidak menyesal bahwa dia nggak jadi kuliah demi kami,
seolah bahwa berkorban untuk anak sendiri bukanlah sesuatu yang menyusahkan.
"tapi itu nggak penting lagi. sekarang yang penting kalian bertiga bisa kuliah"

dia sayang kami, bahkan ketika dia tidak mengatakannya.
bahkan ketika dia tidak memberikan yang kami minta.
bahkan sekalipun kepentingan kami dinomorduakan setelah kepentingan Rukun Tetangga setempat. (hah, dasar pak maryadeee.. )


berkat disediakan bagi mereka yang mau berusaha, bahkan sekalipun tak pernah punya mimpi.
you are blessed, pak maryadi!
we love you.

9/26/2011 09:08:00 PM

teroris dan facebook

Posted by chrysti siswotaruno |

"mendadak kasian sama teroris. hidupnya lurus banget, nggak ngerasain dosa yang katanya roy marten, ENAK BANGET! semoga mereka masuk surga seperti yang sudah dicita-citakan. nggak tega dengernya kalo ternyata mereka masuk neraka juga barengan bandar narkoba"

disiang asri nan galau, gue iseng nulis status macam diatas itu.
kepaitan nonton tipi yang isinya kriminal tentang bom-bom digereja.

padahal jemaatnya juga nggak rajin-rajin amat kegereja, sekalinya kegereja, udah diancem bom aja.

gue ngebayangin apa yang mungkin dibicarain sama mereka, para komunitas teroris.
"boy, gue udah ngerakit bom nih. yang mana lagi yang mau kita teror?"
"ahh.. kemaren gue udah gebukkin anak orang sampe mati"
"boyy, ini blekberi kenapa begini amat ya? gue mau bbm temen gue di maumere nih. doi katanya besok mau mati sahid. kita kunjungan dulu kesana yuk sebelum dia mati. dia katanya masih punya nastar"
"ini mah kartunya yang jelek. nggak ada sinyal, makanya nggak bisa bbm-an" *padahal hapenya esia qwerty* "udah lah, relain aja nastarnya. disurga kita bisa makan nastar yang banyak. mending sekarang kita jadwal siapa yang mau mati sahid duluan"
"gue suka deh trend bom-bom jaman sekarang, bomnya bom buku"
"geblek. kaga masuk surga nanti kita kalo cuma ngirim bom buku. kita kudu ikutan mati"

asik ya.
ngomongin mati kayak ngomongin kacang.
seolah-olah Tuhan memang kurang kerjaan.
mau susah-susah bikin manusia demi dibunuh-bunuhin sama manusia lainnya yang, katanya, punya misi mulia. mati sahid.

seolah-olah manusia memang barang murah.
yang tak lebih berharga daripada kambing-kambing yang harus mereka beli satu juta rupiah dulu, didoain dulu baru bisa dipotong.
kalo manusia mah gratis.
bisa dipotong, bisa di mutilasi, bisa dibom perutnya biar keluar ususnya.


teroris cuma bukti nyata bahwa pengangguran bisa berakibat luas sekali.
percaya deh, nggak ada satu pun dari teroris itu yang kerja jadi manager bank.
pasti mereka pengangguran, kurang kerjaan, nggak punya pikiran, makanya gampang diiming-imingin kamuflase terhebat dari abad ke abad, SURGA.

*nyaci maki pengangguran*
*ngaca ty! 15 hari lagi elo pun pengangguran. glek!*

9/16/2011 03:52:00 PM

top of mind

Posted by chrysti siswotaruno |

kenapa kematian begitu menakutkan? soon or later, everyone does.
mendadak hujan ngingetin gue sama rumah.
gue kangen ayah, pengen meluk ibu.

cuma rumah, tempat yang pengen gue datengin
saat semua yang pernah gue pegang malah hancur berantakan.

kenapa gue nggak bisa jadi orang itu? yang cinta pekerjaannya, yang punya calon suami paling tampan yang pernah gue liat, yang jadi jemaat paling setia di satu gereja,
yang kibasan rambutnya bikin semua laki pengen noleh lagi.

dia malaikat.
setidaknya, menurut mereka para pria.

"nikah tuh nggak seindah keliatannya kok" mendadak suara itu ngebuyarin lamunan gue. "isinya bukan cuma cinta ama surprise"

gue menyimak.

"tapi elo emang HARUS punya kriteria buat nyari suami"
gue menggeleng, "nggak ada kriteria.."
giliran dia ikutan menggeleng, "nooo..!!!elo harus punya kriteria. cari kriterianya!"


kriteria?
arsitek, tampan, kulit gelap, jawa boleh, ambon lebih bagus, anak pejabat, cerdas, usia 26 tahun, punya selera humor, nggak jealousan, nggak romantis dan punya villa di bogor.

dia menatap nanar.

tuh kan.
udah paling bener gue nggak usah punya kriteria apa-apa.
makin beban nyari jodohnya.

Subscribe